Kamis, 24 Februari 2011

catatanku februari 2011

Suatu ketika Khalifah Umar bin Khatab bertemu dengan seorang anak kecil di sebuah jalan di tengah Kota Madinah. Beliau menghampiri anak itu dan berkata kepadanya dengan penuh kasih sayang."Nak, berdoalah kepada Allah yang Maha Pengasih agar merahmati kita semua."

Para sahabat heran dan berkata,"Wahai Amirul Mukminin, bagaimana Anda meminta kepada seorang anak kecil untuk berdoa kepada Allah. Padahal, Anda adalah salah satu diantara sepuluh orang yang telah diberitakan Nabi Muhammad SAW sebagai penghuni surga".

Umar menjawab,"Aku memintanya berdoa justru karena ia masih kecil, karena catatan Allah belum berlaku atasnya, dan karena itu doanya dikabulkan. Sedang kita telah dewasa, catatan Allah telah berlaku atas kita". 

***
Rasulullah SAW bersabda, ”Doa seorang hamba Allah tetap dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk suatu perbuatan dosa atau memutuskan silaturahim atau tak terburu-buru segera dikabulkan.” Seorang sahabat bertanya, ”Wahai Rasulullah, apakah maksud terburu-buru?” Rasulullah menjawab, ”Ia mengatakan, ‘aku telah berdoa tapi aku tidak melihat doaku dikabulkan’, sehingga ia mengabaikan dan meninggalkan doanya itu.” (HR Muslim).

Allah berfirman dalam Hadis Qudsi :
Barangsiapa yang mengamalkan ilmu yang diketahuinya, maka Allah akan memberinya pengetahuan tentang apa yang belum ia ketahui.

Aku tergantung persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Aku bersamanya ketika ia berdoa kepada-Ku. (Hadits Qudsi)

Seorang hamba memiliki suatu derajat di surga. Ketika dia tidak dapat mencapainya dengan amal-amal kebaikannya maka Allah menguji dan mencobanya agar dia mencapai derajat itu. (HR. Ath-Thabrani)

Dari Abu Darda ra bahwasanya ia mendengar Rasululloh SAW bersabda: “Tiada seorang muslim yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya, kecuali malaikat berkata: Dan untuk kamu pula seperti itu”. (HR.Muslim)

Ali Ra berkata, “Rasulullah Saw lewat ketika aku sedang mengucapkan do’a : “Ya Allah, rahmatilah aku”. Lalu beliau menepuk pundakku seraya berkata, “Berdoalah juga untuk umum (kaum muslimin) dan jangan khusus untuk pribadi. Sesungguhnya perbedaan antara doa untuk umum dan khusus adalah seperti bedanya langit dan bumi.” (HR. Ad-Dailami)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar